Honda Gandeng Hitachi Produksi Teknologi Mobil Listrik

Oleh : Hariyanto | Minggu, 09 Juli 2017 - 12:32 WIB

Honda Gandeng Hitachi Produksi Teknologi Mobil Listrik
Honda Gandeng Hitachi Produksi Teknologi Mobil Listrik

INDUSTRY.co.id , Tokyo - Dua perusahaan besar Jepang, Honda Motor Co dan Hitachi, baru saja mengumumkan pembangunan perusahaan patungan atau joint venture dengan fokus memproduksi dan menjual teknologi mobil listrik.

dikutip dari Carscop Minggu (9/7/2017), Perusahaan patungan dengan nilai 5 triliun yen atau sekitar US$44 juta tersebut akan fokus dalam pengembangan baterai mobil listrik, teknologi hybrid, dan plug-in hybrid. Dari perjanjian tersebut, Hitachi akan memiliki 51% saham dan Honda memiliki 49% saham.

"Produksi mobil membutuhan modal yang banyak. Kami ingin memproduksi mobil dengan skala produksi besar yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan konsumen," kata Takahiro Hachigo, Chief Executive Honda Motor.

Rencana kerja sama ini sebenarnya muncul sejak Februari. Kedua perusahaan tersebut akan memanfaatkan keahlian dan keunggulan masing-masing guna meningkatkan pengembangan industri mobil listrik.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Patuna Travel Fair Turut Meriahkan Pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2017

Jumat, 22 September 2017 - 21:27 WIB

Patuna Travel Bertabur Diskon di Ajang Garuda Travel Fair 2017

Jelang akhir tahun saatnya bagi Anda untuk merencanakan liburan, yuk datangi pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 yang berlangsung Jumat, 22 hingga 24 September ini. Ada banyak sekali…

Ketua DPR Setya Novanto (Foto ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:24 WIB

KPK: Tidak Benar Setya Novanto Telah Ditahan

Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setiadi menyatakan tidak benar pihaknya telah menahan Setya Novanto seperti yang disebutkan dalam dalil permohonan praperadilan Ketua DPR…

Kartu E-toll (ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:19 WIB

Masih Gratis Lima Kali Beli Isi Ulang Uang Elektronik Rp200 Ribu

Masyarakat dapat mengisi ulang uang elektronik tanpa dikenakan biaya maksimal Rp200 ribu, ini dapat berlaku pengisian lima kali dalam satu waktu. Ini merupakan cara menghindari pengenaan beban…

Bank Indonesia

Jumat, 22 September 2017 - 21:16 WIB

Jangka Panjang Bank Peroleh Pendapatan e Money

Bank Indonesia (BI) mensinyalir masa depan bank penerbit uang elektronik akan mendapatkan keuntungan berupa fee base income atau pendapatan non bunga.

Ilustrasi e-money. (Foto: Istimewa)

Jumat, 22 September 2017 - 21:14 WIB

BI Segera Terbitkan Aturan Lanjutan Biaya Top Up e Money

Bank Indonesia (BI) segera menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) lanjutan tentang uang elektronik, terutama terkait on us atau isi ulang dalam satu kanal bank penerbit.