Kenalkan Cita Rasa Kuliner Khas, Pemkot Madiun Gelar Festival Makanan

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 07 Juli 2017 - 11:55 WIB

Kuliner Khas Jawa Timur, Pecel Madiun (Ist)
Kuliner Khas Jawa Timur, Pecel Madiun (Ist)

INDUSTRY.co.id, Madiun - Salah satu cara untuk memperkenalkan kuliner khas daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, menggelar Festival Makanan Khas Jawa Timur pada Kamis (6/7/2017).

Kegiatan Festival Makanan Khas Jawa Timur tersebut digelar di Alun-Alun Kota Madiun sebagai bagian dari rangkaian dari perayaan Hari Jadi ke-99 Kota Madiun pada tahun 2017.

Adapun, festival diikuti oleh delapan peserta yakni perwakilan dari Hotel Aston, Hotel Amaris, Sun Hotel, M Cafe Resto, M Pizza, Rumah Makan Itik Emas, Rumah Makan I Club, dan Katering Rahmat. Hadir pula pada acara tersebut Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto beserta ibu Ismah Sugeng Rismiyanto dan pejabat Pemkot Madiun lainnya.

Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto, dikutip dari antara, mengatakan produk makanan dan minuman cukup signifikan dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah.

"Kota Madiun sebagai bagian dari wilayah Jawa Timur ikut berperan dan bertanggung jawab mengembangkannya. Acara itu bertujuan menumbuhkan inovasi dan kreativitas masyarakat guna mengembangkan makanan khas di Kota Madiun dan menciptakan beragam kuliner yang ke depannya dapat menjadi destinasi wisata kuliner di Kota Madiun," ujar Sugeng Rismiyanto.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Sun Hotel menyiapkan masakan Oseng-Oseng dari bahan kulit melinjo beserta ubi sebagai pengganti nasi dengan rasa gurih pedas. Sedangkan dari M Cafe menyuguhkan iga bakar bumbu kecap.

Kemudian, restoran Itik Emas dengan masakan khasnya ayam serabut, Hotel Amaris menyediakan es Pleret, es Blitar beserta ayam Lodho, I club menyiapkan mie tepo pecel dengan bahan dasar tepo yang di goreng.

Lalu, perwakilan M Pizza menyajikan es dawet bubur sungsum, dan terakhir dari Hotel Aston menyuguhkan "sandwich" pecel dengan bahan dasar roti, paru, telor ceplok serta makanan pecel yang menjadi khas Kota Madiun.

"Harapan dalam festival itu tidak hanya melihat tampilan saja, melainkan dituntut untuk menciptakan inovasi dan rasa yang unik," kata dia.

Adapun, kriteria penilaian dalam festival makanan tersebut di antaranya adalah teknik memasak, cara penyajian, tekstur makanan, rasa, penampilan penyajian, layak jual, dan kerapian.

Diharapkan, kegiatan tersebut dapat mendongkrak wisata kuliner khas Kota Madiun sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Madiun untuk mencicipi masakan khas tersebut.

Sementara, data Dinas Parwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Madiun mencatat wisata kuliner merupakan satu dari sejumlah jenis wisata yang dikembangkan oleh pemkot setempat. Selain wisata kuliner, terdapat wisata religi, wisata iptek, wisata budaya, dan wisata belanja yang intensif digarap.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:52 WIB

TNI Bantu Bangun 3.000 Rumah Korban Gempa

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan TNI akan membangun 3.000 unit rumah bagi warga yang menjadi korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat serta gempa bumi dan…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:37 WIB

Telkom Paparkan Strategi Indonesia Menuju Global Digital Hub di Indonesia Pavilion

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki peran penting dalam memastikan pemerataan jaringan dan akses telekomunikasi sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi digital. Kehadiran Telkom secara…

Kepala BPOM Penny K. Lukito (Foto Ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:33 WIB

BPOM Komitmen Pembangunan Kesehatan Palestina

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membangun kapasitas Palestina salah satunya pada sektor kesehatan.

- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (Foto Ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:24 WIB

PBNU Luncurkan NU Channel Tayangan Program Dakwah

Ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan "NU Channel" yang menayangkan sejumlah program seperti dakwah, doa, kebudayaan, seni dan diskusi.

Manchester United (MU)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:20 WIB

Siapkan Dana Capai Rp 60 Triliun, Pangeran Saudi Ini Siap Beli Manchester United

Pangeran Muhammad bin Salman dikabarkan akan mengambil alih Manchester United dari keluarga Glazer senilai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp60 triliun.