Manajemen 7-Eleven Beri Penjelasan Soal Penutupan Seleruh Gerai

Oleh : Ridwan | Kamis, 06 Juli 2017 - 17:52 WIB

Sevel Gagal Akuisisi dengan PT Charoen Pokphand Restu Indonesia , 1605 pekerja terancam nganggur
Sevel Gagal Akuisisi dengan PT Charoen Pokphand Restu Indonesia , 1605 pekerja terancam nganggur

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Manajemen PT Modern Internasional yang menaungi Seven Eleven atau Sevel mendatangi PT Bursa Efek Indonesia untuk menjelaskan penutupan seluruh gerainya pada Kamis (6/7). Perseroan dijadwalkan untuk menggelar public expose terkait kondisi tersebut.

Direktur Penilaian Perusahan BEI Samsul Hidayat, mengatakan direksi mendengar penjelasan dari manajemen terkait keputusan menutup seluruh gerai Sevel mulai 30 Juni 2017.

"Mereka akan public expose secepatnya, di situ saja ditanyain," ungkap Samsul.

Ia menambahkan, manajemen Modern International menyatakan salah satu penyebab mereka tutup gerai adalah biaya operasional, biaya sewa, dan infrastruktur dan sarana. "Sebagian besar utang, kalau dari sisi bisnis sih bagus bisnisnya, mereknya juga cukup kuat," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, manajemen Sevel mengungkapkan alasan lain penghambat usaha toko ritel yang merupakan langganan anak muda tersebut. Salah satunya adalah regulasi larangan menjual minuman beralkohol.

"Mereka cerita (minol), cuman itu berdampak minor saja, ya memang langsung anjlok. Tapi mereka nyebutin itu cuma berpengaruh nggak terlalu besar," kata Samsul.

Sementara itu, rombongan manajemen Sevel yang dipimpin Direktur Independen PT Modern Internasional, Donny Susanto bungkam terhadap awak media yang hendak mewawancarai mereka. Bahkan, ketika berada satu lift pun mereka tetap tidak ingin berkomentar.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST (Foto Ist)

Jumat, 24 November 2017 - 18:42 WIB

Penjualan Tanah Bekasi Fajar Industrial Estate Telah Lampaui Target 2017

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), perusahaan pengelola kawasan industri MM2100, hingga akhir November 2017 telah menjual lahan seluas 42 hektar. Padahal target penjualan tanah 2017…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Sekjen Kemenperin Haris Munandar

Jumat, 24 November 2017 - 18:09 WIB

2018, Pertumbuhan Manufaktur Masih Ditopang Sektor Konsumsi

Industri makanan dan minuman diproyeksi masih menjadi salah satu sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional pada tahun depan. Peran penting sektor strategis ini terlihat…

Menuju Holding BUMN Industri Pertambangan

Jumat, 24 November 2017 - 18:00 WIB

Holding Tambang akan Resmi Efektif Akhir November

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan Holding BUMN Tambang akan resmi efektif mulai akhir November 2017.

PT Vivo Energy Indonesia (Ist)

Jumat, 24 November 2017 - 17:30 WIB

Vivo Energy Indonesia Akan Bangun 3 Kilang Minyak di Indonesia

PT Vivo Energy Indonesia semakin serius menggarap bisnis hilir migas dengan membangun sebanyak 3 kilang minyak di Indonesia mulai tahun depan.

Kikan Terlibat Drama Musikal Kolosal Tekad Indonesia Jaya,

Jumat, 24 November 2017 - 17:16 WIB

Demi Perannya di Drama Kolosal Kikan Ingin Dibenci Setengah Mati

Demi Penghayatan perannya dalam Drama Kolosal yang bertajuk Tekad Indonesia Jaya yang akan dipentaskan di The Kasablanka Hall Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu 25 November 2017 pukul 20.00 WIB,…