Sektor Industri Alas Kaki Tingkatkan Ekspor Banten 9,95 Persen

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 06 Juli 2017 - 10:29 WIB

Produksi Alas Kaki (Foto BBC.com)
Produksi Alas Kaki (Foto BBC.com)

INDUSTRY.co.id - Serang- Peningkatan nilai ekspor alas kaki sebagai salah satu golongan barang yang mendongkrak eskpor Banten pada Mei 2017 yang naik 9,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya dari 911,08 juta dolar AS menjadi 1.001,75 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, Kamis (6/7/2017) menyebutkan ekspor golongan barang alas kaki pada Mei 2017 mencapai nilai 252,92 juta dolar AS, naik 29,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 223,22 juta dolar AS.

Ia menambahkan alas kaki seperti sepatu dan sendal merupakan ekspor utama Banten selama ini, selain bahan kimia organik dan barang dari plastik.

Kenaikan nilai ekspor sebesar itu hanya disebabkan ekspor nonmigas yang naik 9,96 persen dari 910,68 juta dolar AS menjadi 1.001,39 juta dolar AS, sementara ekspor migas turun 12,07 persen dari 0,40 juta dolar AS menjadi 0,35 juta dolar AS.

Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang mencapai 724,79 juta dolar AS, sementara untuk golongan barang lainnya 276,61 juta dolar AS.

Nilai ekspor nonmigas terbesar selain golongan barang alas kaki yang mencapai 252,92 juta dolar AS, juga bahan kimia organik serta plastik dan barang dari plastik masing-masing 89,23 juta dolar AS dan 77,73 juta dolar AS.

Ia mengatakan delapan dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama mengalami peningkatan, kecuali golongan besi dan baja serta golongan barang kertas/karton turun masing-masing sebesar 24,07 juta dolar AS dan 5,30 juta dolar AS.

Peningkatan tertinggi terjadi pada golongan barang alas kaki yang naik 29,69 juta dolar AS, diikuti makanan olahan sebesar 13,41 juta dolar AS. Sementara enam dari sepuluh golongan barang utama yang lain, masing-masing mengalami peningkatan nilai kurang dari 10 juta dolar AS.

Bila dibandingkan secara bersamaan untuk sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Mei 2017 dan April 2017, maka akan didapati sepuluh golongan barang yang sama. Tujuh dari sepuluh golongan barang tadi, kecuali berbagai makanan olahan, tembaga dan kertas/karton, merupakan golongan barang yang selalu masuk dalam sepuluh golongan barang utama ekspor nonmigas Banten selama satu tahun terakhir.

"Pangsa ekspor nonmigas secara gabungan untuk ketujuh golongan barang utama tadi tidak pernah kurang dari 59 persen sejak Mei tahun lalu," kata Soebeno.

Nilai ekspor 10 golongan barang utama pada Mei 2017 adalah alas kaki sebesar 252,92 juta dolar AS, bahan kimia organik (89,23 juta dolar AS), plastik dan barang dari plastik (77,73 juta dolar AS), besi dan baja (61,95 juta dolar AS, karet dan barang dari karet (54,47 juta dolar AS), berbagai makanan olahan (47,03 juta dolar AS), mesin-mesin/pesawat mekanik (43,42 juta dolar AS), tembaga (38,76 juta dolar AS), mesin/peralatan listrik (35,02 juta dolar AS dan kertas/karton senilai 24,27 juta dolar AS.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gulai Lemea, Kuliner Khas Ramadan Suku Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu (Ist)

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:30 WIB

Mencicipi Gulai Lemea, Kuliner Lezat Khas Bengkulu Saat Ramadan

Indonesia, kaya akan keanekaragam kuliner yang lezat seperti kuliner khas Suku Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yakni Gulai "Lemea" yang saat ini banyak dicari oleh kalangan…

Memasuki pekan kedua Ramadan, Pertamina mencatat konsumsi LPG menunjukkan peningkatan 5% dari rata-rata konsumsi normal.

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:30 WIB

Jelang Lebaran 2018, Pertamina Bentuk Satgas BBM dan LPG

Pertamina memproyeksikan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2018 konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji harian secara nasional naik rata-rata 15% bila dibandingkan dengan hari biasanya.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:28 WIB

IHSG Jumat Ditutup Menguat 29,20 Poin

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, ditutup menguat sebesar 29,20 poin seiring dengan kondisi pasar yang mulai pulih.

Memasuki pekan kedua Ramadan, Pertamina mencatat konsumsi LPG menunjukkan peningkatan 5% dari rata-rata konsumsi normal.

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:14 WIB

Pertamina: Selama Ramadhan Konsumsi LPG Meningkat Lima Persen

PT Pertamina (Persero) telah mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG selama Ramadan hingga mudik Idul Fitri dengan menambah pasokan sejak awal Ramadan. Memasuki pekan kedua Ramadan, Pertamina…

Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:00 WIB

Paripurna DPR Antiklimaks Setujui RUU Terorisme

Rapat paripurna pengambilan keputusan atas revisi Rancangan Undang Undang Tindak Pidana Terorisme seakan antiklimaks tanpa adanya interupsi dan perdebatan, akhirnya secara aklamasi menyetujui…