Stigmasisasi

Oleh : Jaya Suprana | Rabu, 28 Juni 2017 - 08:03 WIB

Jaya Suprana. (Foto: IST)
Jaya Suprana. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Jurus stigmasisasi dilancarkan terhadap para warga yang akan digusur sebagai warga liar, kaum kriminal perampas tanah negara, pelacur, mucikari, pejudi, pengguna dan pengedar narkoba, penyebab banjir, biang kemacetan lalu lintas dan stigma buruk lain sebagainya.

Terkesan segenap stigmasisasi itu memang benar-benar perlu demi membenarkan penggusuran yang akan dilakukan terhadap warga atas nama pembangunan.

Berkat keberhasilan mempengaruhi opini publik (yang tidak tergusur) bahwa warga yang digusur memang hukumnya wajib sangat layak untuk digusur maka pihak penggusur dapat secara leluasa lahir batin melakukan penggusuran terhadap warga yang telah terstigmasisasi.

Naas nasib rakyat sudah digusur masih dihujat bukan cuma sebagai penghambat pembangunan namun juga sebagai warga liar seolah bukan manusia tetapi satwa.

Masih ditambah stigmasisasi sebagai kaum kriminal yang mengancam keamanan serta ketenteraman kehidupan masyarakat.

Membenarkan

Stigmasisasi memang manjur untuk membenarkan kebijakan-kebijakan yang sebenarnya tidak benar.

Misalnya jurus stigmasisasi pernah sukses dilakukan oleh Adolf Hitler terhadap kaum Yahudi sehingga Hitler didukung mayoritas rakyat Jerman dalam mewujudkan semangat membasmi habis kaum Yahudi di dalam maupun di luar kamp-kamp konsentrasi secara sangat mengerikan. Sampai masa kini masih ada pihak yang membenarkan pembantaian Hitler terhadap kaum Yahudi.

Jurus stigmasisasi Islam sebagai agama berbahaya didayagunakan demi memuluskan sepak terjang angkara murka kolonialisme Belanda menjajah pulau Jawa dan Sumatera.

Jurus stigmasisasi juga gilang gemilang sukses mendukung gerakan Revolusi Kebudayaan Republik Rakyat China menganiaya para seniman, budayawan, cendekiawan atau siapa saja yang distigmasisasi sebagai pengkhianat kebudayaan negara, bangsa dan rakyat China.

Agar tidak bisa main piano lagi , seorang sanak keluarga saya yang kebetulan seorang pianis berbakat dihancurkan jari jemari pada kedua tangannya dengan popor bedil oleh para pelaksana Revolusi Kebudayaan RRC!

Akibat warga keturunan China di pulau Bali distigmasisasi sebagai kaum komunis maka ayah kandung saya yang hanya seorang pengusaha biasa yang tidak paham komunis sebenarnya mahluk apa, terpaksa ikut jatuh sebagai korban pembantaian massal pada masa kemelut G-30-S . Sampai kini jenazah beliau belum diketemukan.

Kemanusiaan

Desa My Lai, Vietnam distigmasisasi sebagai markas besar Viet Cong maka pada tanggal 16 Maret 1968 serdadu Amerika Serikat ganas membantai ratusan warga sipil desa My Lai yang sama sekali tidak bersenjata. Para warga yang dibantai termasuk kaum perempuan dan anak-anak yang sebenarnya bukan Viet Cong.

Para ibu dan balita yang bermukim di kolong tol Kalijodo - Jakarta Utara sebenarnya bukan kriminal, pelacur atau pengguna apalagi pengedar narkoba namun harus ikut tergusur pada tanggal 13 Juni 2017 mulai pukul 23.30 Waktu Indonesia Barat.

Penggusuran dilakukan pada bulan suci Ramadhan sehingga para ibu dan balita tidak bisa menunaikan sahur akibat sama sekali tidak memiliki sesuap nasi dan seteguk air minum.

Jaya Suprana- pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala (BPPSDMP) Kementan Momon Rusmono

Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:45 WIB

Kementan: Kedaulatan Pangan Harus Berdampak Pada Kesejahteraan Petani

Indramayu - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani di Kabupaten Indramayu untuk bisa mencapai target produksi padi hingga lebih dari 1,8 juta ton gabah kering pungut di tahun 2019.…

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto

Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:36 WIB

BNI Syariah Siapkan Strategi Untuk Hadapi Era Disrupsi

Jakarta - BNI Syariah sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi era disrupsi. Era disrupsi ini terjadi ditunjukkan dengan perubahan yang cukup cepat dan mengganggu eksisting bisnis.

Dok Redaksi Industry

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:33 WIB

Bambang Trihatmodjo: Pupuk Bregadium Bukti Kiprah Berkarya untuk Pertanian 

Kader utama Partai Berkarya Bambang Trihatmodjo menilai sector pertanian Indonesia berjalan di tempat, di tengah maju dan berkembangnya sector pertanian negara-negara tetangga, terutama Thailand.  

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:10 WIB

Kemenperin Siapkan Dua Model Program Pacu Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan beberapa program atau model untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren dan menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan…

Krakatau Steel (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:05 WIB

Kementerian BUMN Hormati Proses Hukum yang Sedang Berjalan di PT KS

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PT Krakatau Steel.