Halal Bi Halal Presiden Dengan GNPF MUI

Oleh : Jaya Suprana | Selasa, 27 Juni 2017 - 13:34 WIB

Jaya Suprana. (Foto: IST)
Jaya Suprana. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pada siang hari raya Idul Fitri 25 Juni 2017, setelah shalat ied kemudian berhalal-bi-halal dengan para pejabat tinggi dan masyarakat di Istana Merdeka lalu sowan ke Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden Jokowi kembali ke Istana Merdeka untuk menerima Tim 7 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Menag Lukman Hakim Saifuddin serta Ketua GNPF MUI, KH Bachtiar Nasir didampingi Waki Ketua GNPF MUI KH Zaitun Rasmin, Kapitra Ampera (Tim Advokasi GNPF MUI ), Yusuf Marta (Anggota Dewan Pembina ), Muhammad Lufti Hakim (Plt Sekretaris), Habib Muchsin (Imam FPI) dan Deni (Tim Advokasi GNPF MUI).

Semua peristiwa termasuk peristiwa pertemuan 256 di Istana Merdeka apabila dipandang dengan lensa politik dapat diyakini pasti menimbulkan pro dan kontra. Akibat tidak ingin melibatkan diri pada pro-kontra maka saya pribadi sebagai insan warga Indonesia yang awam politik memilih untuk memandang pertemuan 256 dengan lensa kebudayaan.

Salah satu mahakarya kebudayaan Indonesia adalah melengkapi perayaan Idul Fitri dengan apa yang disebut sebagai halal bi halal sebagai kesempatan bersilaturahmi antar sesama warga Indonesia demi saling menghargai, saling menghormati dan saling memaafkan.

Maka saya memandang peristiwa pertemuan 256 di Istana Merdeka sebagai peristiwa kebudayaan dalam bentuk halal bi bahal antara presiden Jokowi dengan para tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia menjalin silaturahmi demi saling saling menghargai, saling menghormati dan saling memaafkan.

Tidak ada manusia yang sempurna. Maka termasuk pula presiden Jokowi, para menteri, para tokoh GNPF MUI bahkan seluruh rakyat Indonesia adalah tidak sempurna maka dapat dipastikan pernah melakukan kekeliruan dan kesalahan dalam bersama menempuh perjalanan hidup sarat beban kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata dan darah ini.

Maka adalah indah bahwa presiden Jokowi didampingi Menpolhukam, Mensesneg dan Menag berkenan berjumpa dengan para tokoh GNPF MUI di Istana Negara pada hari raya Idul Fitri 25 Juni 2017 demi berhalal bi halal menjalin silaturahmi demi saling menghargai , menghormati dan memaafkan selaras dan sesuai Pancasila sebagai landasan falsafah bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Makin indah apabila Insya Allah segenap warga Indonesia berkenan melepaskan diri dari kepentingan ras, suku, etnis, sosial, ekonomi, budaya, golongan, politik, agama apalagi pribadi demi bersatupadu menghentikan angkara murka saling benci, curiga, hujat, fitnah untuk menjalin silaturahmi demi saling memahami, mengerti, menghargai dan menghormati dalam suasana Bhinneka Tunggal Ika.

Demi menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia, bukan sekadar sebagai slogan politik perebutan kekuasaan, namun benar-benar nyata diwujudkan menjadi sikap dan perilaku bekal perjuangan bangsa, negara dan rakyat Indonesia meraih cita-cita terluhur bangsa, negara dan rakyat Indonesia yaitu masyarakat aman, tenteram, adil dan makmur yang hidup bersama di sebuah negara yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja. Merdeka!

Jaya Suprana - Warga Indonesia yang cinta Indonesia

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi meresmikan pasar rakyat Pasar Badung di Kota Denpasar, Jumat (22/3).

Sabtu, 23 Maret 2019 - 17:33 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Pasar Badung Jadi Ikon Smart Heritage Market

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap pasar rakyat atau pasar tradisional di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Bali, harus mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan moderen, pasar…

Kepala (BPPSDMP) Kementan Momon Rusmono

Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:45 WIB

Kementan: Kedaulatan Pangan Harus Berdampak Pada Kesejahteraan Petani

Indramayu - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani di Kabupaten Indramayu untuk bisa mencapai target produksi padi hingga lebih dari 1,8 juta ton gabah kering pungut di tahun 2019.…

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto

Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:36 WIB

BNI Syariah Siapkan Strategi Untuk Hadapi Era Disrupsi

Jakarta - BNI Syariah sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi era disrupsi. Era disrupsi ini terjadi ditunjukkan dengan perubahan yang cukup cepat dan mengganggu eksisting bisnis.

Dok Redaksi Industry

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:33 WIB

Bambang Trihatmodjo: Pupuk Bregadium Bukti Kiprah Berkarya untuk Pertanian 

Kader utama Partai Berkarya Bambang Trihatmodjo menilai sector pertanian Indonesia berjalan di tempat, di tengah maju dan berkembangnya sector pertanian negara-negara tetangga, terutama Thailand.  

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:10 WIB

Kemenperin Siapkan Dua Model Program Pacu Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan beberapa program atau model untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren dan menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan…