Sambil Revitalisasi Museum, Gali Pesona Kain Tenun

Oleh : Reyhan Arrasuli | Kamis, 15 Desember 2016 - 11:08 WIB

Pameran Pesona Kain dan Budaya Ende
Pameran Pesona Kain dan Budaya Ende

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kecintaan terhadap kain tradisional Indonesia membuat sekelompok perempuan membentuk komunitas yang dikenal dengan Komunitas Peduli Wastra Indonesia. Kali ini mencoba menggelar pameran Pesona Kain dan Budaya Ende yang dilaksanakan di Museum Seni Jakarta mulai tanggal 14-20 Desember 2016.
Pameran ini mempunyai tujuan tersendiri, yaitu memperkenalkan dan mengingatkan masyarakat Indonesia akan warisan budaya kain tenun ikat Ende. Kain tenun yang berasal dari Flores, Nusa tenggara Timur ini merupakan warisan tradisi yang terwaris. Dan memiliki cirri khas tersendiri dengan warna coklatnya. Motifnya kecil dan terdapat salur hitam yang terdiri dari motif dan ragam hias. Motif disebut sebagai kepala kain, sedangkan ragam hias disebut kaki kain.
Sebagai penggagas Komunitas Peduli Wastra Indonesia, Sinta Kaniawati berpendapat bahwa masih banyak potensi dan kekayaan budaya Indonesia yang belum sampai pada masyarakatnya, sehingga perlu diadakan pengenalan antara budaya dengan pemiliknya dengan terus menggali kekayaan tersebut, terlebih untuk daerah Ende, Flores ini.
Bahkan, kurangnya kesadaran dan apresiasi masyarakat Indonesia mengenal ragam budaya sangat berdampak pada industri ini dan mempengaruhi penghidupan para pengrajin salah satunya pengrajin tenun Ende. “Saat ini terdapat 50 pengrajin yang dibin oleh Museum Tenun Ikat di Ende, dimana kondisi pengrajin tenun masih memerlukan bantuan dalam hal pemberdayaan, secara teknik tenun, penggunaan bahan-bahan alami dan bahan baku lainnya, serta akses permodalan dan pemasaran”, ujar Ali Abubekar, Pengelola Museum Tenun Ikat di Kabupaten Ended an Pembina Kelompok Pengrajin Tenun.
Salah satu perancang busana ternama Indonesia, Musa Widyatmodjo ikut berpartisipasi mendukung kegiatan pameran ini. Kepeduliannya yang begitu tinggi terhadap budaya Indonesia dalam bentuk busana ini membawanya untuk menjadi sukarelawan acara ini. “Melestarikan warisan budaya adalah kegiatan memahami dan melanjutkan perjalanan sebuah proses tradisi ditengah modernisasi dan inovasi. Sebuah konsistensi yang menjunjung tinggi hati nurani agar tetap memiliki jati diri untuk negeri sendiri. Untuk itu saya dengan senang hati dan sepenuh hati mau mendukung acara ini.” Ungkap Musa.
Selain itu, semua hasil bersih dari lelang atau penggalangan dana pameran ini akan digunakan sepenuhnya untuk membantu program revitalisasi Museum Tenun Ikat Ende. Dua hal dalam satu waktu yang telah kita lakukan dengan mengikuti kegiatan ini. Memperdalam pengenalan terhadap kebudayaan bangsa sendiri serta mendukung ekonomi kreatif dan pemberdayaan para pengrajin tenun di Kabupaten Ende. Sangat luar biasa.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wisman Tiongkok (Foto Banten.co)

Senin, 20 Agustus 2018 - 22:00 WIB

Wisman Tiongkok Dominasi Kedatangan Bandara Ngurah Rai Bali

PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat wisman asal Tiongkok mendominasi kedatangan penumpang mancanegara di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, yakni mencapai 23,6 persen dari total keseluruhan…

Atlet Wushu Indonesia, Lindswell Kwok Raih Medali Emas di Ajang Asian Games 2018

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:25 WIB

Raih Medali Emas, Lindswell Kwok Nikmati Bonus Rp 1,5 Miliar Plus Mobil

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku telah menyiapkan 3 (Tiga) mobil dan uang sebesar Rp 1,5 miliar sebagai bonus peraih medali emas di ajang Asian Games 2018.

Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam (Foto Anto)

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:08 WIB

Parmusi Disegani Penguasa Dicintai Ulama

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) berkiprah di Indonesia sudah cukup lama. Era reformasi 1999, Parmusi lahir dari sebelumnya Muslimin…

Ilustrasi Balap Sepeda (Foto Ist)

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:00 WIB

Balap Sepeda Berkibar, Andini dan Khoiful Kawinkan Emas Downhill

Setelah Taekwondo dan Wushu, kini giliran balap sepeda Indonesia berkibar. Kali ini, pasukan Raja Sapta Oktohari tidak tanggung-tanggung meraup dua medali emas pada hari pertama perlombaan balap…

Menpora Imam Nahrawi menyerahkan secara simbolik bonus Rp 1,5 miliar kepada Defia Rosmaniar (Foto: Dok. Kemenpora)

Senin, 20 Agustus 2018 - 20:40 WIB

Menpora Serahkan Bonus Rp 1,5 Miliar kepada Dara Manis Asal Bogor, Defia Rosmaniar

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi secara simbolik menyerahkan bonus medali emas sebesar Rp 1,5 miliar kepada atlet Taekwondo Defia Rosmaniar.