Kominfo Siagakan 300 BTS Mobile Pantau Titik Rawan Kemacetan

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 19 Juni 2017 - 14:34 WIB

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Sebanyak 300 Base Transceiver Station (BTS) mobile disiagakan untuk mengantisipasi titik rawan kemacetan arus mudik lebaran.

"BTS mobile berbentuk mini truk dan dilengkapi tower dan antena. Total ada 300 BTS mobile yang dikerahkan dari operator gabungan. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 200 BTS mobil,” kata Menkominfo Rudiantara kepada awak media, Senin (19/6/2017)

BTS Mobile nantinya ditempatkan di beberapa titik jalur mudik, juga di tempat yang tidak coverage. Pemeritah memprioritaskan penempatan BTS mobil di Pulau Jawa.

"Kalau di luar Jawa praktis tidak terlalu banyak," kata Rudiantara.

Meski demikian, Rudi memastikan meski pihaknya menurunkan BTS mobile di beberapa jalur mudik, bukan berarti wilayah tersebut bebas blank spot.

"Blank spot ada saja kalau saya katakan sudah pasti blank spot kecil. Yang penting bagi kami kapasitas," kata Rudi.

Selain mengantisipasi jalur komunikasi, Kominfo juga menyiapkan aplikasi Ayo Mudik. Aplikasi berbasis google map ini dapat membaca jarak tempuh dan waktu perjalanan.

"Jadi bisa tahu jaraknya berapa menit sampainya dan sebagainya. apakah itu pos polisi, pos kesehatan, ATM, pom bensin, masjid, dan sebagainya,"  jelas Rudi.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dalam sambutannya saat Rembuk Nasional 2017 (Foto Ist)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:51 WIB

Kebanyakan Regulai Menumpuk Hambat Kecepatan Pembangunan

Presiden Joko Widodo menjelaskan kebanyakan regulasi yang bertumpuk memiliki potensi tumpang tindih sehingga rentan menghambat kecepatan pembangunan Indonesia.

Ilustrasi Anggota Polri/ Brimob (Foto Ist)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:41 WIB

Upaya Pemberantasan Korupsi Bisa Dimulai dari Internal Polri Secara Menyeluruh

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas meragukan kesiapan Polri terkait dengan rencana membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi.

Miryam S. Haryani. (Foto: IST)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:34 WIB

Anggota DPR Miryam S Haryani Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani dituntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak…

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:28 WIB

Kapolri Tito Klarifikasi Pemberitaan Soal Korban Pemerkosaan

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengadakan pertemuan dengan 18 organisasi aktivis pemerhati perempuan, didampingi oleh sejumlah pejabat Mabes Polri untuk melakukan klarifikasi atas sebuah…

Workshop Pengendalian dan Pengawasan Koperasi Bagi Aparatur Kabupaten/Kota di Jawa Timur, di Kota Batu, Malang, Senin (23/10).

Senin, 23 Oktober 2017 - 22:24 WIB

Pemerintah Awasi 12 Koperasi Bermasalah Ini

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM tengah mengawasi dan mewaspadai keberadaan 12 koperasi bermasalah dan melakukan praktik menyimpang.