Garuda Nyaris Tabrakan di Bandara Soetta, Ini Keterangan AirNav

Oleh : Irvan AF | Senin, 19 Juni 2017 - 14:28 WIB

Garuda Indonesia. (Romeo Gacad/AFP)
Garuda Indonesia. (Romeo Gacad/AFP)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau Airnav Indonesia menjelaskan peristiwa pesawat Garuda Indonesia GA 425 Denpasar-Jakarta pada Minggu (18/7) yang harus berputar di udara (go round) sebelum mendarat, adalah demi keselamatan penerbangan.

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Didiet KS Radityo dalam keteranganya di Jakarta, Senin, menyatakan pihaknya membenarkan bahwa pada Minggu (18/6) telah terjadi "go around" pesawat GA 425 yang akan melakukan pendaratan di landasan pacu 25R bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Benar ada 'go around' pada jam 15.16 UTC atau jam 22.16 WIB. 'Go around' dilakukan demi menjaga keselamatan penerbangan karena di landasan pacu masih ada pesawat Sriwijaya SJ580 rute Jakarta-Makassar yang harusnya tinggal landas tapi kemudian batal karena alasan teknikal," kata Didiet, Senin.

Didiet menjelaskan GA 425 mendapat jadwal untuk mendarat di landasan pacu 25R setelah pesawat SJ580 lepas landas.

Menara Bandara Soekarno-Hatta telah memberikan izin tinggal landas (take-off clearence) kepada SJ580 untuk lepas landas, pesawat kemudian bergerak (rolling) tetapi lamban, sampai akhirnya pilot menyatakan mereka berhenti dan tidak jadi lepas landas.

Saat itu pesawat GA 425 sudah ada dalam posisi untuk mendarat.

"Menyadari hal itu, 'controller' (pengendali lalu lintas udara/ATC) kemudian memberikan 'go around' kepada GA425 dengan alasan keselamatan," katanya.

Proses "Go Around" dalam kejadian ini, menurut dia, merupakan tindakan yang harus dilakukan untuk alasan keselamatan.

"Memang dengan 'go around' kenyamanan penumpang akan terganggu, tetapi demi keselamatan hal ini harus dilakukan," ujarnya.

Pihaknya menyampaikan, detail kejadian sedang diperiksa lebih lanjut.

"Rekaman dan data-data lainnya akan kita periksa untuk mendapatkan informasi lebih detail lagi," katanya.

Didiet mengatakan pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pilot GA 425 yang cekatan merespons instruksi Go Around yang disampaikan ATC.

"Kami juga berterima kasih kepada pilot SJ580 yang segera melaporkan ke menara pembatalan lepas landas karena alasan teknikal, sehingga ATC bisa segera merespons dengan memberikan instruksi go around kepada pilot. Keamanan dan Keselamatan penerbangan memang upaya bersama dari seluruh pemangku kepentingan yang terlibat," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Taspen. (Foto: IST)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 15:01 WIB

TASPEN Gandeng TelkomGroup Layani Pensiun

PT TASPEN (PERSERO) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) serta Mitra Bayar Pensiun melakukan launching Digitalisasi…

Artport di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan (Foto:Park Hyun-koo/The Korea Herald)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 15:00 WIB

Terminal Dua Bandara Incheon Korsel Dihiasi dengan "Artport"

Salah satu hal yang menarik wisatawan selain destinasi wisata yang ada di daerah tersebut adalah bandaranya yang ada di daerah tersebut. Salah satunya yakni Bandara Internasional Incheon, Korea…

Walikota Bandung Ridwan Kamil (Foto Ist)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 14:59 WIB

Jelang Jabar 1, Kang Emil Tinggalkan Rumah Dinas

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, meninggalkan rumah dinasnya di Pendopo seiring dengan keikutsertaan dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif

Sabtu, 20 Januari 2018 - 14:37 WIB

1.126 Calon Kepala Daerah Lapor Harta Kekayaan

Beberapa jam sebelum batas akhir pendaftaran Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hari Minggu (20/1/2018) baru 1.126 bakal calon kepala daerah yang melapor ke KPK.

Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air (Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 14:00 WIB

Sriwijaya Air Tahun Ini, Fasilitasi Wisatawan ke Indonesia Kawasan Timur

Permudah akses ke Kawasan Indonesia Timur, maskapai penerbangan Sriwijaya Air Group memfasilitasi wisatawan terbang ke destinasi wisata di Timur Indonesia pada tahun 2018 ini.