H-7 Lebaran, Jalan Tol Batang-Semarang Sudah Mulai Difungsikan

Oleh : Hariyanto | Senin, 19 Juni 2017 - 14:20 WIB

Ilustrasi Jalan Tol (ist)
Ilustrasi Jalan Tol (ist)

INDUSTRY.co.id , Jakarta - Jalan Tol Batang-Semarang diperkirakan sudah bisa berfungsi mulai H-7 lebaran 2017. Tol yag dibangun oleh PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) mulai dari Kandeman hingga Ngalian ini dibagi dalam 5 seksi.

Seksi 1 memiliki panjang 3.2 Km atau tepatnya mulai dari Kandeman hingga Simpang Susun (SS) Tulis. Seksi 2 hingga perbatasan Kabupaten Batang dan Kendal, sepanjang 36.1 Km. Seksi 3 dibangun sepanjang 11 Km yakni hingga menyentuh SS Kendal.

Sedangkan Seksi 4 sepanjang 13,8 Km hingga SS Kaliwungu dan Seksi 5 sepanjang 10,1 Km hingga Ngalian. Kelima seksi ini diproyeksikan akan dioperasikan pada kuartal keempat tahun 2018.

Direktur Utama PT JSB, Saut Simatupang menjelaskan, dari 5 seksi yang dibangun PT JSB, 2 seksi diantaranya yaitu seksi 1 dan seksi 2 dapat digunakan untuk jalur tol fungsional. Sementara mulai dari Batang hingga wilayah Gringsing yang langsung dialihkan ke jalur Pantura.

"Kita membuat jalur fungsional sementara ini sesuai dengan progres pengadaan tanah. Jalur fungsional sementara yang sudah disiapkan saat ini mulai dari Batang hingga Gringsing yakni pertemuan antara jalur fungsional dan Pantura yang mana pemudik bisa keluar di Gringsing kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur Pantura," ujar Saut melalui keterangan tertulis, Minggu (18/6/2017).

Saut menjelaskan, pada jalur fungsional sementara ini akan tersedia dua rest area yang juga bersifat fungsional yakni pada Km 381+400, Km 391+100, Km 402+700 dan Km 409+400. Rest Area tersebut menyediakan fasilitas seperti toilet, mushola, dan penjualan bbm dalam kemasan, serta bantuan kesehatan.

Jasa Marga berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan melalui optimalisasi pelayanan disepanjang jalan tol Jasa Marga.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dalam sambutannya saat Rembuk Nasional 2017 (Foto Ist)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:51 WIB

Kebanyakan Regulai Menumpuk Hambat Kecepatan Pembangunan

Presiden Joko Widodo menjelaskan kebanyakan regulasi yang bertumpuk memiliki potensi tumpang tindih sehingga rentan menghambat kecepatan pembangunan Indonesia.

Ilustrasi Anggota Polri/ Brimob (Foto Ist)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:41 WIB

Upaya Pemberantasan Korupsi Bisa Dimulai dari Internal Polri Secara Menyeluruh

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas meragukan kesiapan Polri terkait dengan rencana membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi.

Miryam S. Haryani. (Foto: IST)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:34 WIB

Anggota DPR Miryam S Haryani Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani dituntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak…

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:28 WIB

Kapolri Tito Klarifikasi Pemberitaan Soal Korban Pemerkosaan

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengadakan pertemuan dengan 18 organisasi aktivis pemerhati perempuan, didampingi oleh sejumlah pejabat Mabes Polri untuk melakukan klarifikasi atas sebuah…

Workshop Pengendalian dan Pengawasan Koperasi Bagi Aparatur Kabupaten/Kota di Jawa Timur, di Kota Batu, Malang, Senin (23/10).

Senin, 23 Oktober 2017 - 22:24 WIB

Pemerintah Awasi 12 Koperasi Bermasalah Ini

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM tengah mengawasi dan mewaspadai keberadaan 12 koperasi bermasalah dan melakukan praktik menyimpang.