Ini Alasan Kenapa Iklan Sering Muncul di Smartphone Baru

Oleh : Hariyanto | Senin, 19 Juni 2017 - 12:34 WIB

Suryadi Willim, Head of Marcomm Evercoss (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
Suryadi Willim, Head of Marcomm Evercoss (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id , Jakarta - Diera modern saat ini penggunaan Smartphone telah menjadi sebuah kebutuhan. Banyak aplikasi yang dibutuhkan di dalam smartphone untuk membantu beraktifitas, mulai dari urusan hiburan, pekerjaan atau bahkan asmara. Namun, seiring bermunculan berbagai macam aplikasi, seringkali banyak aplikasi tidak resmi yang bermunculan di smartphone baru.


Kenapa disebut tidak resmi? karena tanpa disadari sebenarnya banyak aplikasi bermunculan di smartphone baru yang sebenarnya bukan bawaan dari smartphone tersebut dan menyebabkan terjadinya banyak adware bermunculan setelah mengaktifkan smartphone.

Ciri-ciri paling mudah untuk mengetahui smartphone yg sudah ter-install aplikasi tidak resmi adalah dengan melihat smartphone baru tersebut ketika dinyalakan lalu tidak terdapat halaman pengaturan awal android yang menanyakan bahasa,pengaturan waktu, koneksi, nama pengguna dan lain-lain.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Menurut Suryadi Willim, Head of Marcomm Evercoss mengatakan case adware bisa dibilang sangat meresahkan konsumen karena menjadi tidak nyaman dalam penggunaannya. Awalnya kita seringkali beranggapan bahwa munculnya banyak aplikasi/adware karena adanya virus/malware yang terinstall di Smartphone kita.

Namun setelah penelusuran lebih jauh, bukan hanya malware yang menyebabkan hal ini terjadi tetapi juga karena ada oknum nakal yang bekerjasama dan mendapatkan bayaran per install dari salah satu publisher aplikasi. Modusnya oknum tersebut meng-install beberapa aplikasi tanpa sepengetahuan konsumen dan sebelum smartphone baru terjual di tangan konsumen.

"Hal ini dibuktikan dengan temuan beberapa smartphone Evercoss yang sudah ter-install beberapa aplikasi tidak resmi di sejumlah pasar pusat smartphone. Dan tidak bisa dipungkiri hal ini pun bisa terjadi pada brand lainnya” ujarnya melalui keterangan tertulis kepada INDUSTRY.co.id, Senin (19/6/2017).

Hal ini, sangat meresahkan bagi konsumen dan juga bagi principal karena akan merugikan bagi kedua pihak. Dari sisi konsumen akan rugi karena akan menyedot batre dan data. Sedangkan dari pihak principal akan dirugikan karena konsumen akan beranggapan bahwa Evercoss banyak virus/malware.

"Oleh karena itu, kami selalu meng-edukasi konsumen melalui social media Evercoss untuk lebih peka terhadap aplikasi yang pertama kali muncul pada saat membeli Smartphone," tambah Suryadi.

Namun konsumen tidak perlu khawatir, munculnya aplikasi tidak resmi bisa di atasi dengan cara melakukan factory reset atau factory mode pada smartphone anda. Setelah melakukan factory reset, akan muncul aplikasi yang memang bawaan dari smartphone.

Untuk cara pertama, untuk factory reset pilih menu setting/pengaturan -> Back up & reset -> reset phone -> erase everything. Cara kedua, yaitu factory mode : Matikan smartphone -> tekan tombol power + tombol volume up secara bersamaan -> Pilih factory mode -> Pilih Factory reset.  Mudah kan? Namun, factory reset di rekomendasikan dilakukan pada saat pertama kali membeli handphone.

Dari pihak Evercoss pun, akan melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang dicurigai mempunyai kepentingan lain. “Evercoss akan menindak tegas terhadap oknum yang kedapatan melakukan kecurangan.” Sambung Suryadi.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dalam sambutannya saat Rembuk Nasional 2017 (Foto Ist)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:51 WIB

Kebanyakan Regulai Menumpuk Hambat Kecepatan Pembangunan

Presiden Joko Widodo menjelaskan kebanyakan regulasi yang bertumpuk memiliki potensi tumpang tindih sehingga rentan menghambat kecepatan pembangunan Indonesia.

Ilustrasi Anggota Polri/ Brimob (Foto Ist)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:41 WIB

Upaya Pemberantasan Korupsi Bisa Dimulai dari Internal Polri Secara Menyeluruh

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas meragukan kesiapan Polri terkait dengan rencana membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi.

Miryam S. Haryani. (Foto: IST)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:34 WIB

Anggota DPR Miryam S Haryani Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani dituntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak…

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:28 WIB

Kapolri Tito Klarifikasi Pemberitaan Soal Korban Pemerkosaan

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengadakan pertemuan dengan 18 organisasi aktivis pemerhati perempuan, didampingi oleh sejumlah pejabat Mabes Polri untuk melakukan klarifikasi atas sebuah…

Workshop Pengendalian dan Pengawasan Koperasi Bagi Aparatur Kabupaten/Kota di Jawa Timur, di Kota Batu, Malang, Senin (23/10).

Senin, 23 Oktober 2017 - 22:24 WIB

Pemerintah Awasi 12 Koperasi Bermasalah Ini

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM tengah mengawasi dan mewaspadai keberadaan 12 koperasi bermasalah dan melakukan praktik menyimpang.