Kejuaraan Nasional Cross Trilathon Pertama di KEK Tanjung Lesung

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 17 Juni 2017 - 12:56 WIB

Ilustrasi Tanjung Lesung
Ilustrasi Tanjung Lesung

INDUSTRY.co.id - Jakarta-KEK Tanjung Lesung Banten dijadwalkan September mendatang menyelenggarakan  kejuaraan nasional cross triathlon pertama di Indonesia yang terdiri dari lomba berenang, balap sepeda dan lari melintasi keindahan dan tantangan alam.

Ajang wisata sport yang diberi nama Rhino Cross Trilathon (Rhino X-Tri)  akan diramaikan ratusan peserta dalam dan luar negeri. Event berskala internasional ini berlangsung pada 22-24 September 2017

Kepada awak media Event Director Rhino X-Tri, Tense Manalu Jumat (16/6/2017) menginformsikan,” Rhino X-Tri di Tanjung Lesung ini akan menjadi event bersejarah karena pertama kali dihelat di Indonesia. Saat ini para penggemar olahraga Road Trilathon tumbuh dengan pesat, namun untuk mengikuti kompetisi Cross Trilathon  mereka harus pergi ke luar negeri karena belum pernah ada penyelenggaraan kompetisi multisport ini di Indonesia.”

Para peserta, lanjut Tense Manalu ada tiga kelompok umur yang akan bertanding dalam ajang ini. Para peserta juga akan dibagi menjadi perorangan dan regu estafet. Rinciannya, kelompok Open untuk peserta berumur 20-39 tahun, Master untuk 40 tahun keatas serta Youth untuk yang berusia 13-19 tahun.

"Kawasan Tanjung Lesung menjadi venue yang sangat bagus dan menantang karena tersedianya berbagai trek dan lintasan yang diperlukan seperti trek perbukitan, pantai berpasir dan jalan tanah berlumpur.” ujar Tense menambahkan.

Selain Rhino X-Tri, Tanjung Lesung Festival juga menggelar ajang kejuaraan olahraga lainnya yaitu Mountain Bike Cross Country Marathon (atau disebut MTB XCM), dan Sunset Trail Run. Bukan cuma itu, para peserta juga dapat menikmati keindahan alam Tanjung Lesung di sela-sela mengikuti berbagai turnamen yang ada.

Dalam kesempatan itu juga Direktur Utama PT. Banten West Java (Pengelola kawasan Tanjung Lesung), Poernomo Siswoprasetijo menyampaikan, “Sport adalah salah satu daya tarik wisatawan mancanegara. Rhino Cross Triathlon sebagai event off-road triathlon pertama di Indonesia dihelat untuk mengundang wisatawan mancanegara dan domestik, khususnya penggemar olah raga triathlon dan berpartispasi di ajang yang begitu unik ini sekaligus menikmati bukan hanya keindahan alam Tanjung Lesung, namun juga keramah tamahan khas Banten dan budayanya yang begitu melegenda.”.

Industri Pariwisata Tanjung Lesung Segera Tersertifikasi

Seperti yang sering dihimbau oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Untuk para pelaku industri khususnya Sumber Daya Manusia (SDM) untuk berupaya agar sudah tersertifikasi. Khususnya, bagi salah satu kawasan 10 destinasi prioritas di Kawasana Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten.

Untuk itu, Tim Tanjung Lesung Pokja 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata sedang menyiapkan program untuk mensosialisasikan masalah sertifikasi terkait kepada lima bidang usaha pariwisata di KEK Tanjung Lesung, yakni akomodasi pariwisata, jasa penyedia makanan dan minuman, wisata tirta, jasa pramuwisata, serta agen perjalanan.

Menurut Person in Charge (PIC) Tanjung Lesung Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Ida Irawati, mengatakan program sosialisasi sertifikasi akan digelar pada 23-24 Mei mendatang. "Ini untuk mendukung layanan industri pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung dan Ujung Kulon,” ujar Ida kepada awak media belum lama ini..

Perkembangan amenitas di Tanjung Lesung tidak hanya untuk destinasi alam saja, Kemenpar juga akan mengarahkan ke destinasi wisata di Kabupaten Pandeglang, untuk memperkuat dalam usaha Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE)

Maka dari itu, Kemenpar akan menggelar sejumlah pelatihan bidang MICE. "Pesertanya berasal dari Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dan para pelaku industri pariwisata setempat," sambung Ida.

Ida menambahkan, dengan adanya pertumbuhan amenitas di KEK Tanjung Lesung menunjukkan kemajuan yang signifikan. Misalnya, di sana sudah ada pembangunan Kalicaa Villa fase dua sudah memasuki tahap konstruksi, ada pula pembangunan Kampoeng Sawah dan Ladda Beach Village.

Selain itu, akan ada yacht club dan dive center. Untuk itu, pengelola KEK Tanjung Lesung sudah menggandeng Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar dan Banten West Java Tourism Development. Tujuannya menurut Ida, untuk  mengoptimalkan konektivitas laut sesuai dengan KSPN Tanjung Lesung- Ujung Kulon dan pulau-pulau kecil sekitarnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala BPS Suhariyanto (Foto Ridwan)

Jumat, 15 Desember 2017 - 21:27 WIB

BPS Siap Rekam Data Pelaku E-Commerce

Badan Pusat Statistik (BPS) siap untuk melakukan perekaman data para pelaku perdagangan secara elektronik (e-commerce) agar dapat menjadi acuan pemerintah dalam mengambil keputusan terkait pengembangan…

Dubes Indonesia untuk Korsel, Umar Hadi bersama Delegasi PWI (dok INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 20:34 WIB

Di Seoul Korsel, Dubes Umar Hadi Apresiasi Diplomasi Kopi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Diplomasi kopi yang sedang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) disambut baik Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi

Letjen Purn. Kiky Syanahkri bersama Putut Prabantoro di kantor PPAD (dok INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 20:12 WIB

Perkuat NKRI, Pemerintah Diminta Segera Laksanakan Ekonomi Terintegrasi

Pemerintah diminta segera integrasikan pembangunan ekonomi nasional dalam konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) untuk memperkuat ikatan NKRI dan ketahanan nasional.

Presiden Jokowi dan Menhub Budi Karya Sumadi (Foto Setkab)

Jumat, 15 Desember 2017 - 19:00 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi

Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12/2017)

Sambut Hari Ibu, Kecap ABC Beri Apresiasi Lewat 36 Ribu Hidangan Masakan (Foto Dije/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 18:52 WIB

2018 Industri Mamin Semakin Kompetitif

Memasuki tahun 2018, pelaku industri termasuk industri makanan dan minuman di Indonesia semakin kompetitif dan semakin challenging (menantang). Hal ini diungkapkan oleh Dhiren Amin, selaku Marekting…