Kadin: Paket Kebijakan XV Tekan Biaya Logistik

Oleh : Ridwan | Jumat, 16 Juni 2017 - 15:11 WIB

Kadin
Kadin

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah melalui kementerian Perekonomian merilis kebijakan ekonomi XV tentang pengembangan usaha dan daya saing penyedia jasa logistik nasional. Paket ini diharapkan membuat logistik Indonesia semakin efisien.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang organisasi dan Keanggotaan, Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan upaya pemerintah memberikan kemudahan berusaha dan pengurangan beban biaya bagi usaha penyedia jasa logistik nasional dan bisa menekan biaya logistik selama ini.

"Paket kebijakan XV tentu bisa mengurangi banyaknya cost of business. Bisnis jadi lebih mudah dan produktif," kata Anindya Novyan Bakrie melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (16/6/2017).

Seperti diketahui, selama ini biaya logistik di Indonesia relatif cukup tinggi di antara negara-negara kawasan. Dimana kontribusi terbesar pembentuk biaya logistik adalah ongkos transportasi yang juga memberikan pengaruh bagi indeks harga konsumen atau inflasi. Belum lagi konektivitas angkutan yang belum terintegrasi.

Anindya sebagai pelaku usaha memahami bahwa masih adapotensi bagi usaha penyedia jasa logistik di Indonesia. "Dengan adanya berbagai kemudahan yang dituangkan dalam paket stimulus tersebut, ia berharap paket kebijakan XV mampu menggeliat perekonomian," jelasnya.

Logistik itu hambatan besar bagi Indonesia. Sehingga kalau ada kemudahan, bisa bikin lebih efektif dan efisien. Harusnya bisa membantu roda perekonomian, terangnya

Sekedar informasi, pengembangan usaha dan daya saing penyedia jasa logistik yang dituangkan dalam paket kebijakan ekonomi pemerintah mencakup empat poin penting. Pertama, adalah pemberian kesempatan untuk meningkatkan peran dan skala usaha.

Kedua, kemudahan berusaha dan pengurangan beban biaya bagi usaha penyedia jasa logistik nasional. Ketiga, penguatan kelembagaan dan kewenangan Indonesia National Single Window. Dan terakhir, adalah penyederhanaan tata niaga dalam rangka mengurangi lartas yang tinggi.

Dengan keluarnya paket kebijakan XV tentang jasa logistik nasional, dia menilai arah kebijakan pemerintah sudah tepat. Pasalnya, isu biaya logistik yang tinggi sudah jadi isu nasional dan membuat produk buatan Indonesia sulit bersaing baik di dalam maupun luar negeri.

"Maka dengan adanya paket tersebut dia menilai paling tidak pemerintah sudah tahu area mana yang perlu mendapat perhatian dan dilakukan efisiensi," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mendag Enggartiasto Lukita (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 April 2018 - 17:48 WIB

Mendag Enggar Jamin Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadhan

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin bahwa menjelang masuknya bulan Ramadhan, harga dan stok pangan pokok dalam kondisi yang terkendali dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan oleh…

Mantan Direktur Utama Pertamina,Elia Massa Manik (ist)

Jumat, 20 April 2018 - 17:41 WIB

Lima Alasan Kementerian BUMN Copot Dirut Pertamina

- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Jumat, mencopot Direktur Utama PT Pertamina…

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita

Jumat, 20 April 2018 - 17:00 WIB

TEI 2018 Incar Pasar Negara-Negara Afrika

Pameran dagang berskala internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 mengincar peluang pasar yang ada di negara-negara Afrika dengan berupaya mendatangkan banyak pelaku usaha dari negara-negara…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Jumat, 20 April 2018 - 16:57 WIB

Dihadapan Mahasisawa Tandulako, Menperin Dorong Generasi Milenial Jadi Enterpreneur

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto terus mendorong generasi milenial khususnya di Provinsi Palu, Sulawesi Tengah untuk menjadi enterpreneur atau start-up muda.

Mendag Enggartiasto Lukita (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 April 2018 - 16:30 WIB

TEI 2018 Targetkan Transaksi 1,5 Miliar Dolar

Ajang pameran dagang terbesar Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 menargetkan total transaksi sebesar 1,5 mliar dolar Amerika Serikat (AS), dan diharapkan mampu meningkatkan kinerja ekspor Indonesia…