Gandeng LVO, LG Kampanyekan Kepedulian Pada Pemborosan Makanan

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 15 Juni 2017 - 15:38 WIB

Gandeng LVO, LG Kampanyekan Kepedulian Pada Pemborosan Makanan
Gandeng LVO, LG Kampanyekan Kepedulian Pada Pemborosan Makanan

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni lalu dimanfaatkan LG untuk mengkampanyekan pentingnya kesadaran akan pemborosan makanan. Yang membuatnya jadi unik, LG menggandeng London Vegetable Orchestra (LVO) untuk membuat pagelaran musik dengan memanfaatkan ragam sayuran sebagai alat musiknya.

Dengan memanfaatkan buah dan sayuran segar sendiri sebenarnya bukan hal baru bagi grup orkestra LVO. Dimulai sejak tiga tahun lalu, mereka telah menghibur publik Inggris dengan pertunjukan musik uniknya ini. Paprika, labu, wortel dan squash menjadi beberapa diantara buah dan sayuran yang biasa mereka pakai untuk menghasilkan simfoni nada.
 
Potongan video kampanye kemudian mengungkap, memainkan alat musik dari buah dan sayuran bukanlah satu-satunya kesulitan yang mereka hadapi untuk melakukan pagelaran musik ini. Hal ini karena setiap musisi mendapat tuntutan memodifikasi sendiri buah dan sayuran yang akan menjadi alat musiknya.

Bukan hal mudah karena setiap kali memainkan alat musik unik ini, mereka membutuhkan buah dan sayur segar untuk menghasilkan warna bunyi dengan kenyaringan yang tepat. Kesulitan semakin besar karena untuk memastikan kesegaran buah dan sayuran tersebut, setiap anggota orkestra sayuran mau tak mau harus direpotkan dengan aktivitas membuat alat musiknya di hari yang sama saat pertunjukan.

Rutinitas merepotkan yang telah berlangsung selama sekian lama ini kemudian berubah. Diceritakan dalam video tersebut, perubahan dimulai ketika grup orkestra ini kemudian diperkenalkan pada lemari es LG dengan teknologi kompresor Inverter Linear. Alih-alih harus kembali mengkreasi buah dan sayuran menjadi alat musiknya untuk pertunjukan musik ke depan, para musisi diminta mencoba menyimpan alat musik buah dan sayuran di dalamnya untuk waktu tertentu.
 
Ketika kemudian mencoba memainkannya kembali, didapati hampir tak terdapat perbedaan kualitas pada bunyi dibandingkan dengan saat dimainkan ketika buah dan sayuran tersebut benar-benar segar. Kualitas bunyi yang sama bahkan masih tetap didapat ketika instrumen musik unik ini melewati penyimpanan dalam lemari es LG sepanjang satu pekan.

LG menyatakan, menjaga kualitas kesegaran buah dan sayuran yang digambarkan melalui alat musik unik ini sangat dimungkinkan dengan teknologi pendinginan pada lemari es LG dengan kompresor Inverter Linear. Menurut LG, hal ini karena dengan perkembangan teknologi saat ini didapati fakta bahwa tantangan besar penyimpanan makanan dalam jangka waktu panjang bukan lagi pada panasnya suhu, melainkan fluktuasi suhu.

Inilah yang membuat LG mengembangkan lemari es dengan kompresor inverter linear memiliki kerja pintar dalam mempertahankan suhu di dalam kabinnya dengan fluktuasi rendah dibanding teknologi yang sebelumnya ada. Dengan rendahnya fluktuasi suhu yang terjadi dalam lemari es, membuat buah dan sayuran yang tersimpan di dalamnya menjadi segar lebih lama.

Perhatian LG mengembangkan kemampuan lemari es untuk menjaga kesegaran buah dan sayuran lebih lama inilah yang tak lepas dari topik pemborosan makanan yang diusungnya dalam kampanye ini. Berlandaskan pada fakta yang ada, LG melihat pemborosan makanan ini tak dapat dilepaskan dari pembusukan pada buah dan sayuran sehingga tak dapat lagi dikonsumsi.

Menyitir data Perserikatan Bangsa-Bangsa, jumlah seluruh makanan yang menjadi basi atau dibuang sebelum dikonsumsi jumlahnya diperkirakan mencapai sepertiga dari total makanan. Bila merujuk pada perkiraan jumlah makanan yang diproduksi di seluruh dunia untuk makanan sehari-hari, berat makanan terbuang ini dapat mencapai 1.3 juta ton tiap tahunnya.

Data yang sama menyebut, akibat dari hal ini diperkirakan menimbulkan kerugian US$ 680 juta di kelompok negara maju dan US$ 310 juta di kawasan negara berkembang. Buah dan sayuran memiliki tingkat pemborosan tertinggi dibanding makanan lain karena karakteristiknya yang memiliki tingkat pembusukan cepat. Dengan pencapaian teknologi pendinginan pada lemari es ini, LG berharap pemborosan makanan dapat ditekan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Joe Taslim Jadi Pemain Sekaligus Produser Film "Hit N Run"

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:06 WIB

Joe Taslim Produseri Sekaligus Bintangi Film Hit N Run Bergenre Aksi Komedi

Di tengah maraknya film bergenre horor dan drama, munculnya sebuah film bergenre Aksi Komedi tentu bakal menarik perhatian. Itulah yang ditawarkan oleh Screenplay Films yang bekerjasama dengan…

Dirut BRI Suprajarto (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 18 Januari 2019 - 07:30 WIB

Taspen Gandeng BRI untuk Sejahterakan ASN dan Pensiunan dalam Program Sejahtera di Purnatugas

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk kembali tunjukkan dukungannya pada sektor pemberdayaan kesejahteraan masyarakat melalui partisipasinya pada acara Program Wirausaha ASN dan Pensiunan…

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (Foto Ist)

Jumat, 18 Januari 2019 - 06:30 WIB

BI Yakin Pasar Tidak "Wait and See" Jelang Pemilu

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini dunia usaha dan investor tidak akan ragu dan memilih menunggu (wait and see) untuk mengeksekusi kegiatan bisnis, meskipun di dalam negeri sedang…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Jumat, 18 Januari 2019 - 06:18 WIB

Kaltara Eksport Beras dan Krayan ke Malaysia

Jakarta - Padi Adan adalah salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasa Krayan Prop.Kaltara. Padi Adan sendiri merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat di dataran tinggi…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Jumat, 18 Januari 2019 - 06:01 WIB

Segera Luncurkan Beras Basmati Asli Indonesia, Kementan: Beras Kita Layak Ekspor

Sukamandi - Kementerian Pertanian direncanakan akan merilis varietas beras basmati asli Indonesia pada pertengahan Februari nanti. Beras basmati selama ini dikenal sebagai beras aromatik asal…