Pemerintah Perketat Impor Tekstil Guna Selamatkan Industri Lokal

Oleh : Hariyanto | Kamis, 15 Juni 2017 - 15:13 WIB

Industri Tekstil
Industri Tekstil

INDUSTRY.co.id , Jakarta - Pemerintah mulai memperketat impor tekstil guna menyelamatkan serta menumbuhkan industri lokal. Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Dalam Negeri Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Hanan Supangkat  mengatakan perkembangan industri tekstil semakin bergairah sejak januari lalu.

"Sejak Januari tahun ini perkembangan industri tekstil semakin bergairah. Semoga dampaknya akan mulai terasa pada tahun depan bagi para pelaku usaha lokal," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Dalam Negeri Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Hanan Supangkat di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Hanan mengatakan, impor yang selama ini berjalan tentunya memberikan dampak negatif bagi pasar Indonesia, bahkan masyarakat Indonesia semakin dimanjakan dengan produk luar.

"Banyak dampak dari impor, masyarakat menjadi konsumtif dan tergerusnya lapangan pekerjaan, sehingga terjadinya pengangguran," ujar Hanan.

Namun demikian, lanjut Hanan, pihaknya tidak anti terhadap barang-barang impor, asalkan melalui jalur yang resmi.

"Kalau jalur impor melalui jalur resmi tidak masalah, bisa bersaing. Namun yang banyak selama ini impor barang-barang ilegal," tuturnya.

Ia berharap, pemerintah bisa menindak tegas oknum-oknum bea cukai yang masih meloloskan impor barang-barang ilegal. Hanan yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mulia Knitting Factory mengaku merasakan dampak peningkatan produksi dan penjualan produk tekstil pada saat bulan Ramadhan kali ini.

"Peningkatan juga dirasakan pada saat Ramadhan, dimana produk pakaian dalam yang diproduksinya (Rider) naik hingga 75 persen. Pada Ramadhan sebelumnya kenaikan hanya 25-30 persen," ujarnya.

Menurut Hanan, kenaikan permintaan pakaian dalam pria pada saat menjelang lebaran biasanya masih jauh lebih kecil ketimbang kenaikan permintaan di bidang busana atau pakaian luar.

"Kalau busana biasanya bisa mengalami kenaikan sekitar 300 persen. Kami di bagian pakaian dalam hanya sekitar 75 persen," ucap Hanan.

Hingga saat ini, tambah dia, pihaknya masih fokus untuk memasarkan produk di dalam negeri mengingat pangsa pasar di dalam negeri untuk jenis pakaian dalam sangat tinggi.

"Pasar kita masih dalam lingkup nasional, untuk ekspor masih berupaya. Banyak produk luar yang mencoba masuk ke Indonesia karena melihat besarnya populasi pasar kita," tutur Hanan.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Crown Group (Ist)

Senin, 20 November 2017 - 14:30 WIB

Dalam Satu Malam Crown Group Berhasil Meraih Dua Penghargaan Bergengsi

Sebuah menara apartemen di kawasan Sydney Utara yang dibangun oleh pengembang Australia terkemuka telah memenangkan hadiah utama pada acara penghargaan industri konstruksi terkemuka di benua…

Deisti Astriani Tagor, istri Ketua DPR RI Setya Novanto (Foto Ist)

Senin, 20 November 2017 - 14:22 WIB

KPK Periksa Istri Setya Novanto Sebagai Mantan Komisaris

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Deisti Astriani Tagor, istri Ketua DPR RI Setya Novanto terkait kasus KTP-elektronik (KTP-e) dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris PT Mondialindo…

Ilustrasi tambang batu bara (Foto Ist)

Senin, 20 November 2017 - 14:14 WIB

Perusahaan Batu Bara Indonesia Siap Dominasi Pasar Tiongkok

PT Borneo Pasifik Global (BPG) yang mendapatkan kepercayaan mewakili Indonesia pada pameran pertambangan batu bara atau "China Coal and Mining Expo (CCME)" di Beijing beberapa waktu lalu, menyatakan…

Rosan Roeslani Ketua Umum KADIN (dok KADIN INDONESIA)

Senin, 20 November 2017 - 14:00 WIB

2018, Kadin Prediksi Perekonomian Indonesia Tumbuh 5,3 Persen

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani mengatakan kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2018 diperkirakan akan lebih baik dari tahun ini.

Agincourt Resources Resmikan Amphitheatre Sopo Daganak di Tapanuli Selatan

Senin, 20 November 2017 - 13:59 WIB

Agincourt Resources Resmikan Amphitheatre Sopo Daganak di Tapanuli Selatan

Perusahaan pengelola tambang emas Martabe PT Agincourt Resources meresmikan gedung baru gelanggang pertunjukan terbuka(amphitheatre) Sopo Daganak berkapasitas 500 penonton di Jalan 2 Desa Napa,…