Digempur Pemain Asing, Semen Indonesia Tingkatkan Produktivitas

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 13 Juni 2017 - 11:15 WIB

Semen Indonesia (Agung Parameswara/Getty Images)
Semen Indonesia (Agung Parameswara/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Produsen semen pelat merah, PT Semen Indonesia Tbk akan fokus meningkatkan kapasitas produksi guna menghadapi gempuran pemain asing di industri semen.

Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, Agung Wiharto, mengatakan kondisi pasar semen di dalam negeri saat ini memang masih dalam taraf over kapasitas karena melemahnya permintaan semen di dalam negeri. Meski demikian, dalam beberapa tahun mendatang permintaan semen akan terus meningkat seiring dengan bertumbuhnya proyek-proyek infrastruktur yang diinisiasi pemerintah.

Saat ini kapasitas total industri semen tanah air mencapai 106,3 juta ton per tahun. Semen Indonesia Group sendiri mempunyai kapasitas total 35,5 juta ton dan masih menjadi produsen semen terbesar di tanah air.

Di sisi lain, produsen semen asing dan swasta mulai banyak berinvestasi di Indonesia. Hampir semua pemain global semen melirik pasar Indonesia. Beberapa yang mempunyai kapasitas besar diantaranya Indocement yang sudah diakuisisi  Heidelberg Cement dengan kapasitas terpasang 24,9 juta ton per tahun, Lafarge-Holcim yang mempunyai kapasitas 14,5 juta ton, Anhui CONCH dengan kapasitas 4,5 juta ton, Pan Asia dengan kapasitas 1,9 juta ton serta Siam Cement Group yang mempunyai kapasitas 1,8 juta ton.

Dengan kapasitas total industri semen tanah air mencapai 100 juta ton, BUMN dalam hal ini Semen Indonesia Group hanya menguasai sekitar 36% pasar. Sisanya dikuasai pemain asing dan swasta.

“Saat ini hampir semua pemain besar global sudah mempunyai pabrik di Indonesia, atau minimal sudah mengantongi ijin usaha. Jadi persaingan di industri ini sudah sangat ketat terbukti dengan ikut masuknya pemain-pemain besar dunia,” kata Agung kepada wartawan di sela diskusi  bertajuk "Semen Rakyat Melawan Semen Asing" beberapa waktu lalu.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…