Serikat Tani Indonesia Minta KPK Usut Tuntas Dana Pungutan Sawit

Oleh : Marlen Erikson | Sabtu, 10 Juni 2017 - 15:46 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta,  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk menuntaskan penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan dana pungutan sawit.

Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Serikat Tani Nasional (STN) Ahmad Rifai mengatakan, KPK telah melakukan pengkajian soal dana pungutan sawit digunakan untuk subsidi biofuel dengan menyasar tiga grup usaha perkebunan yang mendapat 81,7 % dari Rp3,25 triliun.

“Dana itu seharusnya digunakan untuk penanaman kembali, peningkatan sumber daya manusia, peningkatan sarana prasarana, promossi, advokasi dan riset,” kata Rifai, Jakarta, Jumat (9/6).

Menurutnya, peruntukan dana pungutan sawit untuk kepentingan penanaman kembali jelas diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 18/permentan/KB.330/5 2016 tentang Pedoman Peremajaan Perkebunan Sawit yang merupakan aturan turunan dari Peraturan Presiden (PP) No. 61/2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang juga menjadi dasar pembentukan  dengan perpres inilah Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

“Jadi BPDP KS bukan untuk mendanai subsidi industri biodiesel,” tambahnya.

Berdasarkan data STN, jumlah produksi minyak sawit menurut status pengusaan lahan pada 2016 mencapai 33,5 juta ton. Dari jumlah itu, perkebunan rakyat menghasilkan produksi sebesar 11,2 juta  perkebunan negara 2,3 juta  ton.

Data itu, membuktikan bahwa petani sawit dan perusahaan negara yang bergerak di bidang perkebunan berhak atas dana perkebunan sawit yang dihimpun dari pungutan ekspor, untuk selanjutnya digunakan sebagai dana replanting, serta pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pelaku usaha perkebunan misalnya perbaikan jalan.

Karena itu, selain meminta KPK menuntaskan penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana sawit tersebut, pihaknya juga meminta Presiden Joko Widodo turun tangan dengan mencabut izin 11 perusahaan yang diduga mendapatkan kucuran subsidi biofuel seperti PT WB Indonesia; PT WNI , PT EW dan lain sebagainya.

Sekedar informasi,  dana sawit itu berasal dari pungutan ekspor sebesar US$50 per satu ton minyak sawit. Pada pertengahan 2016  dana pungutan berjumlah Rp5,6 triliun, dan ditargetkan pada 2017 mencapai Rp10 triliun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mendag Enggartiasto Lukita (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 April 2018 - 17:48 WIB

Mendag Enggar Jamin Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadhan

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin bahwa menjelang masuknya bulan Ramadhan, harga dan stok pangan pokok dalam kondisi yang terkendali dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan oleh…

Mantan Direktur Utama Pertamina,Elia Massa Manik (ist)

Jumat, 20 April 2018 - 17:41 WIB

Lima Alasan Kementerian BUMN Copot Dirut Pertamina

- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Jumat, mencopot Direktur Utama PT Pertamina…

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita

Jumat, 20 April 2018 - 17:00 WIB

TEI 2018 Incar Pasar Negara-Negara Afrika

Pameran dagang berskala internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 mengincar peluang pasar yang ada di negara-negara Afrika dengan berupaya mendatangkan banyak pelaku usaha dari negara-negara…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Jumat, 20 April 2018 - 16:57 WIB

Dihadapan Mahasisawa Tandulako, Menperin Dorong Generasi Milenial Jadi Enterpreneur

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto terus mendorong generasi milenial khususnya di Provinsi Palu, Sulawesi Tengah untuk menjadi enterpreneur atau start-up muda.

Mendag Enggartiasto Lukita (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 April 2018 - 16:30 WIB

TEI 2018 Targetkan Transaksi 1,5 Miliar Dolar

Ajang pameran dagang terbesar Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 menargetkan total transaksi sebesar 1,5 mliar dolar Amerika Serikat (AS), dan diharapkan mampu meningkatkan kinerja ekspor Indonesia…