Purwa Caraka Music Studio Children's Choir Siap Tampil di New York

Oleh : Amazon Dalimunthe | Jumat, 09 Juni 2017 - 13:23 WIB

Purwa Caraka Music Studio Childrens Choirs yang Akan Tampil di Carnegie Hall, New York, Minggu depan
Purwa Caraka Music Studio Childrens Choirs yang Akan Tampil di Carnegie Hall, New York, Minggu depan

INDUSTRY.co.id - Kelompok paduan suara anak-anak binaan sekolah musik Purwa Caraka Music Studio, 'PCMS Children Choir',  mendapat kesempatan tampil dalam event berskala internasional, di Stern Auditorium, Carnegie Hall, New York City, pada  Hari Sabtu, 17 Juni 2017 mendatang. Ini merupakan catatan prestasi tersendiri mengingat di tempat tersebut hanya kelompok yang benar benar mumpuni yang bisa tampil di sana.

"Ini bermula dari video paduan suara anak-anak kami di akun youtube setahun lalu. Tak lama setelah video itu beredar, kami menerima undangan untuk tampil di Amerika, melalui email. Tapi  saya tidak langsung percaya begitu saja. Perlu beberapa waktu untuk melakukan cross check tentang kredibilitas lembaga yang mengundang itu," ungkap Aditya Purwa Putra, Project Officer PCMS Children's Choir.  

Lebih jauh Aditya menjelaskan bahwa dalam konser yang akan berlangsung di auditorium paling bergengsi di Amerika itu, PCMS Children's Choir akan mengirimkan 23 orang anggotanya dari semula 25 orang yang direncanakan. “Meski yang mengundang pihak sana, ternyata ada juga 2 orang yang visanya tidak keluar, “ jelas Aditya.  

PCMS Children's Choir,  akan tampil bersama 5 paduan suara lainnya dari berbagai negara dengan menyanyikan sebuah komposisi baru berbahasa Spanyol, karya Alberto Grau bertajuk 'La Avispa Brava', dengan durasi 22 menit. Seluruh aksi paduan suara tersebut akan diarahkan oleh Maria Guinand,  dirijen kelas dunia.

"Kami satu-satunya yang berasal dari Asia. Ini membanggakan, karena kami adalah penampil pertama dari Asia. Tahun-tahun sebelumnya, acara serupa mengundang paduan suara anak-anak dari Selandia Baru dan Australia. Sekarang giliran kami dari Indonesia," terang Purwacaraka, pendiri PCMS, yang kini memiliki  92 cabang PCMS yang tersebar dibeberapa kota di Indonesia.

Terpilihnya PCMS Children Choir ke Amerika, tidak lepas dari peran Purwacaraka yang senantiasa memberikan motivasi sekaligus menjadi inspirasi bagi para siswa sekolah musik miliknya itu. Bahkan,  Kang Purwa,  sapaan akrabnya, memimpin langsung rombongan ke Amerika yang berjumlah 43 orang, termasuk dirinya, orang tua siswa dan staf PCMS.

"Meskipun disana saya hanya hadir sebagai penonton saja. Namun saya sangat bangga, karena bisa melihat langsung anak-anak dream team dari PCMS ini tampil ditempat yang juga menjadi impian saya untuk tampil disana," jelas Purwacaraka.  Mengenai  pola rekruitmen terhadap anak-anak Children's Choir agar bisa terpilih adalah melalui proses  audisi  di tiap tiap cabang PCMS yang didasarkan pada kemampuan teknis menyanyi, kedisiplinan,  antusiasme serta dukungan dari orang tua mereka.

Pertimbangan lainnya,  menurut Purwacaraka adalah soal jarak dan waktu latihan.  "Karenanya, kami memilih anak-anak untuk masuk dalam Dream Team Choir ini dari sekolah kami yang berada diwilayah Jabodetabek, agar bisa diajak latihan bareng seminggu sekali di PCMS BSD yang memiliki fasilitas latihan paling lengkap.  Repot jika harus mengajak siswa dari luar kota. Di Jabodetabek ada sekitar 45 cabang," jelas Purwacaraka.

Jauh sebelum diundang ke Amerika ini,  kelompok paduan suara PCMS, sesungguhnya telah meraih sejumlah penghargaan tingkat internasional. PCMS Choir selama ini dibagi dalam 2 kelompok, yaitu: PCMS Children's Choir, berusia mulai 8 sampai 12 tahun,  serta PCMS Youth Choir,  berusia mulai dari 12 tahun hingga 25 tahun.

Sejumlah prestasi yang pernah diraih, antara lain: A Voyage of Song Festival 2009 di Penang Malaysia,  International Choir 2010 di Bandung,  A Voyage of Song Festival 2011 di Zhuhai China,  Asia Canatate 2015 di Phuket Thailand dan Singapore Choral Festival 2014.

Tak hanya mengharumkan nama keluarga,  nama sekolah, tapi anak-anak ini, telah pernah dan akan kembali mengharumkan nama Bangsa Indonesia. "Di Amerika nanti, anak-anak akan mengenakan busana nusantara. Kami ingin nama Indonesia semakin harum di dunia internasional," imbuh Purwacaraka, yang mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Kementerian Kebudayaan tentang perjalanan mereka ke Amerika. (AMZ)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Klappertaart (Foto : Galena)

Rabu, 23 Mei 2018 - 14:00 WIB

Ini Dia, Resep Klappertaart Kurma Hidangan Manis untuk Berbuka Puasa

INDUSTRY.co.id - Jakarta Klappertaart merupakan kue khas Manado, Sulawesi Utara, yang berbahan dasar tepung terigu, telur, dan susu. Biasanya klappertaart menjadi makan penutup hidangan. Rasanya…

Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki jumlah usaha mikro yang cukup banyak mencapai 53.431 unit. Omzet yang diperoleh usaha mikro tersebut hingga Rp1,79 triliun pada 2017 naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,56 triliun.

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:51 WIB

Kinerja Usaha Mikro Kabupaten Garut Capai Rp 1,79 triliun

Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki jumlah usaha mikro yang cukup banyak mencapai 53.431 unit. Omzet yang diperoleh usaha mikro tersebut hingga Rp1,79 triliun pada 2017 naik dari tahun sebelumnya…

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Foto Setkab)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:21 WIB

Presiden Jokowi Tandatangani PP THR Pensiunan ASN

Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan pemerintah tentang pemberian tunjangan hari raya kepada aparatur sipil negara, termasuk kepada para pensiunan ASN.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) (Foto Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:10 WIB

Rehat Tengah Hari, Saham-Saham Sektor Keuangan Topang IHSG ke Posisi 5.830

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 1,39% atau 79 poin ke posisi 5.830 di akhir sesi pertama perdagangan Rabu (23/05/2018) ini dibandingkan posisi pada…

Ilustrasi Blok Migas (Fotos Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:06 WIB

Kementerian ESDM Sebut Investasi Migas Mulai Meningkat

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa investasi di bidang migas mulai memperlihatkan hasil peningkatan setelah pemangkasan birokrasi