Musisi Serahkan Naskah RUU Permusikan ke Badan Legislasi DPR

Oleh : Herry Barus | Kamis, 08 Juni 2017 - 09:32 WIB

Glenn Fredly Musisi (Foto Tribunnews)
Glenn Fredly Musisi (Foto Tribunnews)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Para musisi Indonesia yang tergabung dalam gerakan "Kami Musik Indonesia" menyerahkan naskah akademik Rancangan Undang Undang Tata Kelola Musik atau Permusikan Indonesia ke Badan Legislasi DPR pada Rabu (7/6/2017) di Jakarta.

Ketua "Kami Musik Indonesia" Glenn Fredly mengatakan rancangan undang-undang tersebut bertujuan untuk mengatur tata kelola industri permusikan Indonesia yang selama ini dianggap masih diabaikan.

"Kami ingin musik Indonesia bisa mempunyai undang-undang yang dapat mengatur tata kelola dari hulu ke hilir, dan para pelaku musik baik seniman, produser dan pekerja musik dapat memiliki kesejahteraan yang baik. Serta musik Indonesia bisa berdaulat di Tanah Air," kata Glenn Fredly.

Dia merasa sedih, karena saat ini industri musik Indonesia hanya menyumbangkan sekitar satu persen untuk perekonomian nasional.

Padahal potensi musik Indonesia sangat besar, maka seharusnya industri tersebut dapat berperan lebih besar untuk perekonomian bangsa.

Untuk itu, perlu tata kelola yang baik, agar musik Indonesia dapat berdaulat dan memberikan kesejahteraan bagi setiap pelakunnya.

Menurut Glenn, ekosistem musik di Indonesia masih terabaikan padahal ekosistem ini bisa dikelola dengan baik dan dapat menjadi sumber penghidupan buat banyak masyarakat.

Usulan RUU Permusikan itu pun mendapat tanggapan positif dari semua fraksi DPR, sehingga mereka menyatakan siap mendorong dan mendukung RUU tersebut menjadi prioritas pada prolegnas 2018.

Wakil Ketua Baleg Totok Daryanto mengatakan jika RUU Permusikan disahkan, maka Indonesia menjadi negara pertama yang memiliki payung hukum tentang tata kelola permusikan.

Totok Daryanto meminta anggota legislatif dan para musisi untuk membuat tim kecil demi membahas secara detail naskah akademik RUU Permusikan Indonesia.

Dia mengatakan RUU Permusikan ini akan dijadikan sebagai RUU insiatif DPR dan akan diusahakan masuk ke dalam Prolegnas Jangka Panjang 2014-2019 serta Prolegnas Prioritas Perubahan 2017.

Dia juga meminta para pengusul untuk menyampaikan RUU tersebut kepada pihak pemerintah agar dapat didukung.

"Kalau semua lancar, maka pada 2018 kita sudah memiliki Undang Undang Permusikan Indonesia," kata dia.(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sales Director Maxima Global Solusindo Anthony Hermansjah (kedua dari kanan) saat peluncuran 3 seri produk CCTV Uniview, Jakarta, Kamis (13/12/2018)

Kamis, 13 Desember 2018 - 22:51 WIB

Penuhi Kebutuhan Industri, Uniview Luncurkan 3 Seri Produk CCTV

Jakarta Bertempatan di The Pallas SCBD Jakarta, Maxima Global Solusindo sebagai National Distributor untuk merek ternama dan terdepan untuk perangkat kamera cctv (video surveillance) di pasar…

B Ramanathan (Ram)

Kamis, 13 Desember 2018 - 22:15 WIB

B Ramanathan Resmi Jadi Chief Executive Ogilvy di Indonesia

Ogilvy mengumumkan penunjukan B Ramanathan (Ram) sebagai Chief Executive di Indonesia, Ram memiliki posisi ganda yang sebelumnya sebagai CEO dari Bates CHI & Partners Indonesia.

Botany Restaurant Holiday Inn Jakarta Kemayoran

Kamis, 13 Desember 2018 - 21:20 WIB

Menanti Moment Pertama di 2019 Bertema Viva Las Vegas di Holiday Inn Jakarta Kemayoran

Holiday Inn Jakarta Kemayoran menghadirkan keseruan suasana bersantap dihangatnya malam Natal dengan jajaran menu makan malam tradisional.

Artis sekaligus calon anggota legislatif DPR RI dari Fraksi PAN, Mandala Abadi mengajukan eksepsi atau nota pembelaan atas dakwaan dugaan pelanggaran kampanye ke PN Jakpus, Rabu (12/12/2018)

Kamis, 13 Desember 2018 - 20:41 WIB

Didakwa Langgar UU Kampanye, Ini Penjelasan Mandala di Persidangan

Calon anggota legislatif DPR RI, Mandala Abadi Shoji menjalani pemeriksaan hari kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dalam perkara dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan bersama rekan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenperin)

Kamis, 13 Desember 2018 - 19:30 WIB

Punya Potensi Ekonomi Capai USD 150 Miliar, Menperin Minta Pelaku IKM Manfaatkan Industri Digital

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri digital memiliki potensi ekonomi sebesar USD 150 miliar, jika potensi ini bisa dimanfaatkan sscara maksimal oleh pelaku ekonomi.