Calon Pimpinan OJK Akui Permodalan IKNB Masih Rendah

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 08 Juni 2017 - 08:31 WIB

OJK
OJK

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan OJK Edy Setiadi mengakui kapasitas permodalan industri keuangan non bank (IKNB) di Tanah Air masih relatif rendah.

Hal tersebut disampaikan Edy saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) anggota dewan komisioner OJK di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (7/6/2017)

"Tantangan IKNB itu dari internal dan eksternal. Tantangan eksternal yaitu masalah kapasitas permodalan yang masih rendah dan perlu terus didorong. Banyak jumlah seperti perusahaan pembiayaan masih kecil modalnya sehingga tidak 'nendang' istilahnya," ujar Edy.

Minimnya permodalan tersebut, lanjut Edy, membuat banyak perusahaan pembiayaan menjadi tidak maksimal dalam menyalurkan pembiayaannya terutama ke sektor-sektor yang diharapkan tumbuh seperti sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ia berharap, masuknya dana dari program pengampunan pajak atau tax amnesty ke dalam negeri, dapat membantu meningkatkan pendanaan perusahaan yang bergerak di jasa keuangan non bank.

"Kita harus rasional tentunya. Harapannya adalah dengan adanya tax amnesty, dana yang masuk ke dalam itu merupakan tempat bagus untuk berinveatasi di dalam negeri. Kenapa perusahaan pembiayaan? karena perusahaan pembiayaan memiliki efektifitas yang tinggi untuk pelayanan kepada masyarakat yang non bankable," kata Edy.

Sementara itu, dari sisi tantangan internal, Edy menyoroti perlunya meningkatkan jumlah pengawas dan juga kualitasnya.

"Bagaimana mensejajarkan pengawasan seperti di industri perbankan. Dalam kaitan ini tentunya perlu dorongan keseluruhan policy dari OJK untuk menangani masalah SDM," ujar Edy.

Berdasarkan data OJK per 31 Desember 2016, aset IKNB sendiri mencapai Rp1.909,26 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 13,64 persen dibandingkan total aset tahun 2015. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 22 September 2018 - 08:00 WIB

Utang Pemerintah Capai Rp4.363,19 Triliun

Kementerian Keuangan mencatat, posisi total utang pemerintah pusat hingga akhir Agustus 2018 berjumlah Rp4.363,19 triliun.

Hotel Dafam Teraskita, Jakarta. (Foto: IST)

Sabtu, 22 September 2018 - 07:30 WIB

Hotel Dafam Teraskita Tawarkan Kenyamanan Meeting & Stay Weekend

Hotel Dafam Teraskita Jakarta, hotel bisnis yang berlokasi di jantung kota Jakarta Timur menawarkan kenyamanan untuk berbagai pertemuan (meeting), gathering serta acara lainnya yang membutuhkan…

Transaksi melalui gesek EDC Bank BTN

Sabtu, 22 September 2018 - 07:00 WIB

Bank BTN KCP Pluit Diresmikan Jadi Kantor Cabang Penuh

Seiring pertumbuhan jumlah penduduk di Provinsi DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara yang akan mendorong kebutuhan pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau Bank BTN meningkatkan…

Jaksa Agung, HM Prasetyo

Sabtu, 22 September 2018 - 06:21 WIB

Kejagung Apresiasi OTT Dana Gempa Lombok

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memberikan apresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang melakukan operasi tangkap tangan dana gempa Lombok dari anggota DPRD Kota Mataram…

DPRD Sumut (Foto Industry.co.id)

Sabtu, 22 September 2018 - 06:03 WIB

Anggota DPRD Sumut Terkait Korupsi Telah Kembalikan Uang Rp7,15 Miliar

Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara telah mengembalikan uang yang pernah mereka terima dengan total Rp7,15 miliar terkait dengan kasus suap kepada DPRD Sumut.